Gubernur BI Tak Khawatirkan Penguatan Dolar AS

Gubernur BI Tak Khawatirkan Penguatan Dolar AS

- detikFinance
Selasa, 22 Mar 2005 12:12 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengaku tidak terlalu khawatir dengan penguatan dolar AS yang terjadi akhir-akhir ini seiring dengan rencana the FED menaikkan lagi suku bunganya untuk yang ketujuh kali."Kita tidak terlalu khawatir," tandas Burhan usai pembukaan rakor Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, (22/3/2005).Meski demikian, lanjut Burhan, BI yakin tahun ini rupiah akan terus stabil dan cenderung menguat. "Sampai berapa saya hanya bisa katakan di kisaran Rp 9.000/dolar AS," kata Burhan.Saat ditanya, sampai lecel berapa rupiah bisa menguat, Burhan menolak menyebutkan level yang ideal."Kita tidak lihat levelnya, melainkan degree of volatility. Kalau misalnya hari ini Rp 9.400/dolar AS dan besok Rp 8.500/dolar AS, kita worry dong. Meski makin menguat tetapi menganggu kesempatan orang untuk berpikir," ungkapnya.Seperti diketahui, the Fed dikabarkan akan memutuskan kenaikan suku bunganya sebesar 0,25% (25 basis poin) nanti malam. Kenaikan ini merupakan yang ketujuh kalinya sejak the Fed menaikkan suku bunganya pada Juni 2004 lalu, di mana saat itu suku bunga the Fed tercatat paling rendah (1%) dalam 40 tahun.Saat ini suku bunga the Fed tercatat 2,5 persen. Rencana kenaikan bunga ini membuat dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang, seperti Euro dan Yen. (umi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads