BI juga memutuskan BI 7-day (Reverse) Repo Rate turun 25 bps dari 5,50% menjadi sebesar 5,25% sejalan dengan rencana reformulasi suku bunga kebijakan yang telah diumumkan pada 15 April 2016.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung, stabilitas makroekonomi yang terus berlanjut menjadi alasan BI menurunkan tingkat suku bunga acuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, The Fed yang masih menunda kenaikan Fed Fund Rate juga mendorong BI melakukan pelonggaran ini demi mendorong penjualan ritel yang masih belum terlalu kuat.
"Dari penjualan ritel ada perbaikan tapi belum terlalu kuat. Dari swasta khususnya non bangunan masih sangat lemah. Tercermin dari transportasi untuk industri, penjualan lahan untuk industri masih lemah. Faktor ketiga tadi malam The Fed memutuskan untuk menunda kenaikan Fed Fund Rate. Ini jadi ruang untuk BI memanfaatkan kelonggaran ini," tambahnya.
BI meyakini bahwa pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial akan memperkuat kebijakan yang ditempuh Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui penguatan stimulus pertumbuhan dan percepatan implementasi reformasi struktural. (ang/ang)











































