BI: Daya Beli Masyarakat Masih Rendah

BI: Daya Beli Masyarakat Masih Rendah

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 17 Jun 2016 19:05 WIB
BI: Daya Beli Masyarakat Masih Rendah
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah boleh saja menyebutkan perekonomian Indonesia sudah mulai bergerak dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi kenyataannya, daya beli masyarakat masih sangat rendah.

Hal ini terlihat dari proyeksi inflasi pada saat menjelang dan lebaran. Bank Indonesia (BI) memperkirakan proyeksi inflasi Juni 2016 sebesar 0,61% dan Juli 2016 sebesar 0,97%.

Sementara dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, inflasi berada lebih tinggi. Khususnya satu bulan menjelang lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data BI menunjukkan, inflasi pada saat satu bulan menjelang lebaran di 2015 sebesar 0,54%. Lebih rendah memang dibandingkan sekarang, namun periode tersebut daya beli masyarakat memang sangat buruk.

Namun pada 2014, inflasi (pada periode yang sama) 0,93%, 2013 sebesar 3,29% (ada pengaruh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, 2012 sebesar 0,70% dan 2011 sebesar 0,93%)

"Kalau kita melihat demand, iya tahun ini dan tahun lalu lemah. Pertama jumlah uang beredar kita yang rendah, satu lagi kredit rendah, jadi menunjukkan di demand memang rendah," kata Rizki E Wimanda, Kepala Divisi Asesmen Inflasi Bank Indonesia, di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Lemahnya daya beli dikarenakan sektor swasta yang masih belum banyak bergerak. Ada kecenderungan, swasta menahan aksi karena menunggu kepastian dari kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.

"Memang dari swasta masih melihat terutama untuk UU Tax Amnesty. Mudah-mudahan di semester II itu sudah mulai tampak," paparnya. (mkl/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads