Redam Gejolak
BI Akui Sudah Intervensi Rupiah
Selasa, 22 Mar 2005 15:45 WIB
Jakarta -
Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengakui, BI sudah melakukan intervensi untuk mengamankan nilai tukar Rupiah. Namun intervensi tersebut lebih diarahkan untuk menahan volatilitas dan bukan mengarahkan Rupiah pada level tertentu. "Saya kira kira sudah intervensi. Minggu-minggu kemarin saja juga sudah," kata Burhanuddin disela-sela Munas ISEI di Hotel Niko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (22/3/2005). Namun Burhanuddin tidak bersedia menyebutkan berapa jumlah intervensi yang sudah dilakukan BI.Burhanuddin menegaskan, tujuan intervensi BI itu adalah untuk mengontrol gejolak Rupiah semata. "Kalau terlalu volatile, kita intervensi, tapi bukan diarahkan pada level berapa," ujarnya sambil berjanji akan terus melakukan intervensi jika diperlukan. Seperti diketahui, nilai tukar Rupiah akhir-akhir ini terus melemah. Bahkan pada perdagangannya kemarin Rupiah ditutup melemah hingga level Rp 9.400 per dolar AS. Pelemahan Rupiah terutama dipicu oleh pertemuan Federal Reserve pada Selasa malam ini dimana kemungkinan akan menaikkan kembali suku bunganya menjadi 2,75 persen.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































