Sedangkan pertumbuhan kredit BTN belum akan direvisi karena masih dalam tingkat yang cukup baik mencapai 22%.
"Karena dari awal kan kita sudah menaikkan rencana bisnis kita, pertumbuhan kita kan kurang lebih 20% sampai 22%. Dalam revisi ini kami tidak melakukan perubahan, tapi perubahannya di dana pihak ketiga mungkin kita naikkan. DPK kita naikkan mungkin, kemarin kan 18% sampai 19%, mungkin kita naikkan 20%," terang Direktur Utama Bank BTN Maryono di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin menjaga karena rasio LDR (Loan Deposit Ratio) bisa terpenuhi, padahal dari sisi likuiditas kita cukup aman. Karena pembiayaan kita kan pada umumnya jangka panjang. Karena sumber dana jangka panjang ini tidak masuk komponen LDR, maka kami mengejar di komponen LDR ini. Bisa di bawah 100%, mungkin 90%," jelas Maryono.
Bank BTN dalam waktu dekat ini juga berencana untuk membentuk anak usaha baru yang masih bergerak di sektor jasa keuangan. Anak usaha ini berupa asuransi jiwa dan perusahaan pembiayaan.
"Kita kan mau anak usaha kan asuransi jiwa sama multifinance," tambah Maryono.
Pendirian anak usaha yang baru ini diperkirakan dapat terealisasi pada semester II 2016. Bank BTN juga akan menggaet kerja sama dengan pihak lain untuk membangun anak usaha tersebut.
"Semester 2 kan, semuanya tinggal semester 2. Kerja sama, nanti lah kita rahasiakan dulu," tutup Maryono. (hns/hns)











































