BI: Uang Koin Sering Digantikan Permen Hingga Dipakai untuk Mahar

BI: Uang Koin Sering Digantikan Permen Hingga Dipakai untuk Mahar

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Sabtu, 25 Jun 2016 13:36 WIB
BI: Uang Koin Sering Digantikan Permen Hingga Dipakai untuk Mahar
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Bank Indonesia (BI) prihatin dengan sikap masyarakat terhadap uang koin. Uang koin sering dianggap kecil nilainya meskipun masih masih memiliki fungsi transaksi.

Bahkan, masyarakat cenderung menganggap uang koin bukan sebagai alat transaksi, dan nilainya bisa digantikan dengan barang tertentu.

"Fenomena yang terjadi, masyarakat memperlakukan uang koin bukan sebagai alat transaksi dan nilainya sering digantikan oleh permen, mahar, bahkan permainan anak-anak," ujar Ronald saat saat peluncuran Gerakan Peduli Koin Nasional, Lenggang Jakarta, Monas, Sabtu (25/06/16).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan yang bertajuk Gerakan Peduli Koin Nasional ini dihadiri oleh Deputi Gubernur BI Ronald Waas, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede, dan sejumlah direksi dari bank-bank konvensional Indonesia.

"Bagi BI sirkulasi koin adalah masalah yang harus ditanggulangi. Nilai yang kembali pada kami masih sedikit. Dalam satu dasawarsa terakhir jumlah nominal uang koin yang kami produksi mencapai 6 triliun. Dan yang kembali hanya 900 miliar atau 16%," kata Ronald.

Selain memfasilitasi penukaran uang logam serta penukaran uang logam dengan uang elektronik, Bank Indonesia juga memfasilitasi masyarakat untuk dapat melakukan penukaran uang rupiah pecahan kecil, penukaran uang rusak dan lusuh, serta edukasi uang rupiah.

"Mulai saat ini mari kita gunakan koin kita, dan gunakan rupiah dengan bijak," pungkasnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads