Berbeda dengan Pegadaian yang diakui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), gadai pinggir jalan ini seringkali disematkan nama koperasi simpan pinjam.
Perlahan jumlah masyarakat yang menjaminkan barangnya di tempat tersebut pun bertambah. Barang yang paling sering digadaikan adalah handphone dengan berbagai tipe. Sedikitnya ada 10 handphone yang 'dititipkan' di tempat tersebut setiap harinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tingkat bunga yang ditawarkan cukup tinggi, gadai pinggir jalan masih menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan dana tunai dengan proses yang mudah.
"Dua minggu 5%, kalau satu bulan 10%," singkat Iqbal.
Meskipun mudah, bukan berarti menggadaikan barang di tempat seperti ini tidak ada risiko. Mereka yang menjaminkan barangnya di gadai pinggir jalan dan tidak dapat mengembalikan uang pinjaman dalam waktu yang telah ditentukan, maka barang yang telah dijaminkan dapat langsung dilelang tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.
"Kalau sebulan nggak ditebus, barang langsung dilelang. Jadi kita kasih kesepakatan di awal dulu mau berapa lama," tutur Iqbal. (ang/ang)











































