Ambil Kebijakan Akomodatif, Fed Naikkan Suku Bunga AS 0,25 %
Rabu, 23 Mar 2005 09:50 WIB
Jakarta - Bank Sentral AS, Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga AS sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 2,75 persen. Ini merupakan rangkaian kenaikan 25 basis poin yang ketujuh kalinya sejak Juni 2004.Keputusan kenaikan itu diambil dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Selasa (22/3/2005) waktu setempat atau Rabu dini hari tadi seperti dilansir AFP.FOMC juga memutuskan untuk tetap menerapkan kebijakan moneter yang "akomodatif" untuk menyokong pertumbuhan ekonomi AS. "Komite percaya bahwa setelah langkah kenaikan suku bunga ini, kebijakan moneter masih tetap akomodatif. Dan bersamaan dengan pertumbuhan produktifitas yang kuat, akan menyokong aktivitas ekonomi yang berlanjut," demikian pernyataan FOMC. "Produksi secara nyata tetap tumbuh pada tingkat yang solid meski ada kenaikan harga bahan bakar dan kondisi pasar tenaga kerja selanjutnya akan meningkat secara bertahap," kata FOMC. "Dengan alasan pokok ekspektasi inflasi masih bisa ditahan, komite percaya bahwa akomodasi kebijakan dapat dihilangkan melalui 'langkah yang teratur'," kata FOMC.Meski inflasi masih bisa tertangani, namun FOMC tetap memprihatinkan tingginya inflasi. "Meskipun ekspektasi inflasi jangka panjang masih dapat ditangani, tekanan terhadap inflasi terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan," ujar pernyataan FOMC.Sejumlah analis memberi penilain yang berbeda-beda atas kata-kata 'langkah yang teratur' yang digunakan Fed. Beberapa analis menilai, pernyataan Fed yang menggunakan kata-kata teratur untuk mendeskripsikan langkah kebijakan moneter, merupakan sinyal bahwa Fed tidak berniat menaikkan lagi tingkat suku bunga 25 basis pon dalam pertemuannya mendatang. Selanjutnya FOMC menyatakan, dengan langkah kebijakan moneter yang tepat, maka risiko pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan stabilitas harga akan tetap terjaga keseimbangannya. "Meski demikian, komite akan merespons setiap perubahan dalam prospek ekonomi jika diperlukan untuk memenuhi kewajibannya menjaga stabilitas harga," demikian pernyataan FOMC.
(qom/)











































