Fed Naikkan Suku Bunga, Harga Saham dan Obligasi AS Anjlok

Fed Naikkan Suku Bunga, Harga Saham dan Obligasi AS Anjlok

- detikFinance
Rabu, 23 Mar 2005 11:02 WIB
Jakarta - Harga saham dan obligasi AS malah anjlok setelah Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga AS sebesar 25 basis poin menjadi 2,75 persen. Penurunan harga saham dan obligasi itu dipicu pernyataan Fed yang memprihatinkan tingginya tekanan inflasi yang dikhawatirkan membawa dampak kenaikan suku bunga yang lebih agresif di masa mendatang. Dow Jones industrial average (DJIA) turun 94,88 poin (0,9 persen) menjadi 10.470,51, Standard & Poor's 500 turun 12,07 (1 persen) menjadi 1.171,71. Level keduanya merupakan yang terendah sejak 7 pekan terakhir. Sementara Nasdaq turun 18,17 poin (0,9 persen) menjadi 1.989,34, yang merupakan level terendahnya sejak awal tahun 2005 ini. Pernyataan Fed bahwa tekanan inflasi ke depan masih cukup tinggi membuat benchmark Yield surat berharga AS melonjak hingga mencapai level tertingginya sejak 8 bulan terakhir. Yield atau imbal hasil surat berharga berjangka waktu 10 tahun naik menjadi 4,63 persen yang merupakan level tertingginya sejak Juli tahun lalu. Semakin tinggi yield, maka harga obligasi makin rendah. Sementara saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti Citigroup anjlok hampir 3 persen. "Saya kira pernyataannya benar-benar berubah, dimana lebih banyak pernyataan yang tegas terhadap inflasi dari yang diperkirakan banyak orang. The Fed meng-up grade penilaian tentang bagaimana ekonomi berjalan, sementara output menjadi solid, tapi juga meng-up grade outlook inflasinya," kata John Caldwell, kepala strategis investasi McDonald Financial Group seperti dilansir AP. Ia menambahkan, pasar membaca hasil pertemuan FOMC itu bahwa Fed memiliki beberapa pekerjaan untuk melonggarkan tekanan-tekanan inflasi tersebut dan membuka pintu untuk kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif. Hal itu menurut Caldwel sama sekali tidak diinginkan oleh pasar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads