Demikian disebutkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/7/2016).
"Jadi ada kenaikan US$ 6 miliar lebih. Sebab ada kenaikan itu, ada dua kali penarikan global bond pemerintah US$ 4 miliar, penerimaan dari penjualan migas, penarikan pinjaman dari pemerintah, dan dari stabilisasi sistem keuangan yang dilakukan Indonesia," kata Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menilai hal tersebut dapat mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
"Kita sambut baik 109,8 ekuivalen 8,4 bulan impor. Padahal sebetulnya cukup diatur itu tidak kurang dari 3 bulan tapi Indonesia bisa mencapai 8,4 bulan jadi suatu kondisi yang baik," tukasnya. (mkl/drk)











































