Pasalnya, tingkat suku bunga bank dalam negeri lebih menarik ketimbang asing.
"Iya (tetap menarik), kalau saat ini kan paling tinggi kita," ucap Baiquni di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (20/7/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kata siapa (bunga bank asing tinggi), kan bunga tinggi di Indonesia, coba Jepang negatif interest, Singapura juga bunganya rendah," ujarnya.
Malaysia dan Singapura mau kasih return tinggi cegah dana repatriasi masuk, antisipasi?
"Saya mau nanya dulu sampai seberapa jauh sih dia menaikkan, itu juga berpikir melepasnya ke mana. Misalkan dia masih tetap sekarang untuk memenuhi likuiditas dia berani mainkan suku bunga yang tinggi setelah itu tercapai, dia masih berani tinggi juga dia mau lempar ke mana, akhirnya negatif rate kan, sudah pasti turun lagi," jelas dia.
Baiquni menyebutkan, sebagai salah satu bank penerima dana tax amnesty, BNI telah mempersiapkan beberapa instrumen investasi, yang menjadi andalan adalah deposito.
"Obligasi kita belum, ini kita masih banyak produk-produk DPK saja, deposito, dan sebagainya. Kalau produk obligasi saya rasa belum, kalau toh ada yang Medium Term Note (MTN)," sebut dia.
Berikut bank penampung dana tax amnesty:
1. BCA
2. BRI
3. Bank Mandiri
4. BNI
5. Bank Danamon
6. Bank Permata
7. Maybank Indonesia
8. Panin Indonesia
9. CIMB Niaga
10. UOB
11. Citibank
12. The Hong Kong and Shanghai Bank Corporation (HSBC)
13. DBS
14. Standard Chartered
15. Deustche Bank AG
16. Bank Mega
17. BPD Jabar dan Banten
18. Bank Bukopin
19. Bank Syariah Mandiri (drk/hns)











































