Kenaikan laba bersih ini ditopang antara lain oleh kinerja fungsi intermediasi BNI dalam menyalurkan kredit, meskipun pada suku bunga kredit segmen kecil telah diturunkan secara selektif sejak awal April 2016, serta kondisi perekonomian nasional yang melambat.
Pertumbuhan laba bank pelat merah ini disokong oleh kontribusi Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang naik 11,7% year on year (YoY) dari Rp 12,45 triliun menjadi Rp 13,91 triliun, serta kenaikan Pendapatan Non-Bunga 28,7% YoY dari Rp 3,44 triliun menjadi Rp 4,43 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kinerja penyaluran kredit BNI menunjukkan kualitas fungsi intermediasi perseroan yang semakin meningkat karena di tengah kecenderungan menurunnya suku bunga, BNI tetap dapat mendorong kredit sekaligus mencetak Net Interest Margin (NIM) di atas 6%," kata Direktur Treasury BNI, Panji Irawan, dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (22/7/2016).
Ia mengatakan, target NIM tersebut didorong kemampuan BNI dalam menurunkan Cost of Funds dari 3,2% pada Juni 2015 menjadi 3,1%pada Juni 2016. Cost of Funds tetap mengalami perbaikan karena penurunan suku bunga dana deposito pada umumnya.
Pertumbuhan kredit yang signifikan didominasi oleh kredit Business Banking (produktif) sebesar 25,6% YOY, sehingga menjadikan kontribusinya terhadap total kredit BNI berada pada level 73,0%.
Secara keseluruhan kredit segmen Business Banking hingga akhir Juni 2016 tercatat Rp 260,79 triliun, dibanding posisi Juni 2015 yang terbuku Rp 207,58 triliun. Kredit Business Banking tersalurkan ke segmen Korporasi (25,1% dari total portofolio Kredit BNI), BUMN (18,2%), Menengah (16,3%), dan Kecil (13,4%).
Pertumbuhan signifikan terjadi pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang termasuk ke dalam segmen Kredit Kecil BNI. Penyaluran KUR meningkat Rp 7,3 triliun atau tumbuh 331% dibandingkan periode yang sama tahun 2015.
Kondisi tersebut membuat komposisi KUR sebagai kredit yang mendapatkan penjaminan dari pemerintah meningkat dari 5,6% menjadi 19,9% terhadap portofolio Kredit Kecil BNI.
Penyaluran kredit bank berkode BBNI itu sepanjang Semester I-2016 juga menunjukkan peningkatan ke BUMN, tumbuh 28,6% YoY menjadi Rp 65,02 triliun.
Bank milik negara itu juga telah mendorong pertumbuhan Kredit Menengah sebesar 34,6% menjadi Rp 58,33 triliun. Pada segmen Kredit Menengah, BNI dapat membukukan lebih dari 230 debitur baru dan menyalurkan kredit baru pada lebih dari 400 debitur existing.
"Pertumbuhan kredit BNI, terutama Kredit Kecil, kami upayakan antara lain melalui optimalisasi outlet, yaitu dengan meningkatkan channel distribution outletyang diberikan kewenangan kredit sejak awal Semester 2 tahun 2015," ujar Panji. (ang/wdl)











































