Kenaikan ini disebabkan karena salah satu nasabah besar yang menunggak membayar kredit.
"Ada satu debitur kita Trikomsel (nunggak), akhirnya di semester ini tidak bisa kita pertahankan, jumlahnya signifikan Rp 1,3 triliun," ujar Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni, di Gedung BRI, Jakarta, Jumat (22/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau data kami 3% ini angka NPL tertinggi, kita perkirakan NPL akan makin menurun, apalagi di BNI kita tahun lalu sudah mulai penanganan NPL, kita sudah teliti, dan langsung kita terapkan kebijakan konservatif pro aktif, terhadap kredit-kredit yang sekiranya akan memburuk secepatnya, kita restrukturisasi, pro aktifnya kita bentuk cadangan lebih tinggi," ujar Baiquni. (drk/drk)











































