Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan efisiensi yang tercermin dari turunnya rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio) menjadi 48,5% di semester I-2016, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 54,7%.
"Inisiatif yang kami implementasi tahun lalu mulai menunjukkan hasil. Hal ini tercermin dalam pertumbuhan laba bersih. Hasil ini merupakan bukti nyata dari upaya Danamon dalam membangun pondasi kuat untuk penumbuhan lebih lanjut, sejalan dengan komitmen kami untuk meneruskan kualitas layanan yang baik kepada nasabah pada ulang tahunnya yang ke-60," Direktur Keuangan Danamon, Vera Eve Lim, dalam keterangannya, Selasa (26/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhir semester I-2016, kredit pada segmen UKM tumbuh 1% menjadi Rp 23,5 triliun dari Rp 23,2 triliun setahun sebelumnya. Namun, jika dihitung dari awal tahun atau year-to-date, kredit UKM tumbuh 5% dari Rp 22,4 triliun. Kredit pada segmen perbankan korporasi tumbuh 1% menjadi Rp 17,9 triliun, dan kredit kepada segmen komersial turun 5% menjadi Rp 15,2 triliun. Sementara itu, kredit syariah yang sebagian besar merupakan bagian dari kredit untuk segmen UKM dan komersiai tumbuh 6,9% menjadi Rp 3,3 triliun.
Sementara kredit kendaraan bermotor lewat anak usahanya yaitu PT Adira Finance Tbk tercatat menurun. Pembiayaan kendaraan bermotor dan barang konsumen melalui Adira Finance turun 8% pada akhir semester I-2016 menjadi Rp 44,6 triliun.
Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Danamon tercatat masih rendah. Rasio NPL gross adalah 3,3%. (wdl/ang)











































