"Mungkin Kamis besok pas ada acara sosialisasi di Dhanapala (Kementerian Keuangan)," katanya ketika ditemui pada acara Sosialisasi Tax Amnesty di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (26/7/2016).
Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan penandatanganan yang akan dilakukan tersebut belum diketahui apakah perusahaan efek, Manajer Investasi (MI) ataukah perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kan itu hanya masalah eligibilitas, penunjukan tetap kami kasih kontrak ke dia, mau tandatangan atau tidak. Kepemilikan asing perlu pernyataan pendukung lah yang ditandatangan CEO nya. Itu yang sedang diproses. Mana yang sudah siap, Kamis yang sudah siap kami kasih," tambahnya.
Sebelumnya Kementerian Keuangan telah melakukan penandatanganan kontrak kepada empat bank persepsi yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sendiri sempat menyatakan bahwa penunjukan empat bank persepsi ini baru tahap pertama. Nantinya diharapkan dalam waktu dekat akan ada penandatangan kontrak dengan perbankan lainnya. (hns/hns)











































