Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo menilai, rupiah saat ini dalam kondisi stabil. Dia menjelaskan, salah satu alasan utama stabilnya rupiah dipengaruhi oleh sentimen positif pasca pemberlakukan UU Pengampunan Pajak atau tax amnesty.
"Dari nilai tukar rupiah kita bisa lihat sekarang ini sangatlah stabil. Secara year on year di Juli rupiah menguat 4,48% dan saat ini mencapai di level sekitar Rp 13.100 per dolar AS," kata Agus di acara seminar Evaluasi Paket Kebijakan Ekonomi INDEF di kampus STEKPI, Jakarta, Rabu (27/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Menteri Keuangan ini berujar, faktor penguat rupiah lainnya yakni mulai meredanya ketidakpastian ekonomi akibat keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), dan kebijakan fund rate dari Federal Reserve AS.
"Kemudian selain tax amnesty, penguatan rupiah dari sisi eksternal dipengaruhi meredupnya risiko dari ketidakpastian global akibat Brexit dan fund rate. Tapi kita jaga supaya rupiah tetap nilainya sesuai dengan fundamental ekonomi," ungkap Agus. (drk/drk)











































