"BCA akan didukung dua perusahaan akuntan publik, kami akan keliling kota-kota di Indonesia soal tax amnesty," ujar Wakil Direktur Utama BBCA Eugene Keith Galbraith di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (29/7/2016).
Safari atau keliling kota di Indonesia kata dia, akan dilakukan manajemen BCA mulai minggu depan. Dalam rangkaian kegiatannya, akan dilakukan sosialisasi dari mulai tata cara mengikuti program tax amnesty hingga apa saja manfaat yang akan diperoleh masyarakat dengan mengikuti program tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BCA sendiri merupakan satu dari 19 Bank yang dianggap telah memenuhi syarat menjadi bank persepsi alias penampung dana hasil tax amnesty. Pada 21 Juli 2016, BCA juga telah menandatangani kontrak kesediaan untuk menjadi bank persepsi.
Di dalam negeri, BCA tergolong sebagai bank swasta nasional berkinerja baik yang berhasil mencatatkan laba Rp 9,6 triliun di semester pertama 2016.
Kinerjanya yang positif didukung oleh kemampuan perusahaan untuk menekan laju pertumbuhan kredit bermasalah alias NPL di level 1,4%, jauh di bawah rata-rata bank nasional yang menyentuh angka 3%.
Pencapaian ini membuat BCA masuk dalam 2.000 perusahaan terbesar dunia berdasarkan omzet, laba, aset dan kapitalisasi pasar versi Majalah Forbes. (dna/hns)











































