Pembangunan infrastruktur dapat menekan inflasi di Indonesia, yang utamanya diakibatkan karena harga bahan pangan. Karena infrastruktur dapat memperbaiki arus distribusi pangan dari sentra produksi ke daerah lainnya.
"Inflasi di Indonesia ini faktor yang banyak menentukan adalah harga-harga pangan. Harga-harga pangan kenapa naik, faktor yang banyak menentukan adalah kurangnya produksi dan jeleknya distribusi," jelas Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, saat mengunjungi proyek pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Seksi 2 (Sidomulyo-Kota Baru) di Desa Sabahbalau, Lampung Selatan, Jumat (29/7/2016). Proyek ini digarap oleh PT Waskita Karya Tbk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jeleknya distribusi banyak sekali ditentukan oleh kurangnya infrastruktur. Jadi kenapa kami rombongan Bank Indonesia di Sumatera berkunjung ke proyek Tol Trans Sumatera, karena kami ingin melihat pembangunan infrastruktur strategis," kata Mirza.
Dengan meratanya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, maka besaran inflasi dapat ditekan serendah mungkin. Selain itu, penurunan suku bunga juga akan terjadi akibat dari rendahnya inflasi yang terjadi.
"Karena dengan berhasilnya dilaksanakannya infrastruktur strategis termasuk jalan tol diharpakan usaha kita untuk menurunkan inflasi secara permanen itu bisa tercapai, bisa terwujud. Kemudian pasti nanti akan berdampak kepada penurunan suku bunga secara rendah, secara permanen," papar Mirza. (wdl/wdl)











































