BTN Siap Bantu Bangun 1.000 Homestay di Bayuwangi

BTN Siap Bantu Bangun 1.000 Homestay di Bayuwangi

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Jumat, 29 Jul 2016 14:58 WIB
BTN Siap Bantu Bangun 1.000 Homestay di Bayuwangi
Foto: Aditya Mardiastuti
Banyuwangi - Direktur PT Bank Tabungan Negara (BTN) Handayani siap mewujudkan program pembangunan 1.000 homestay milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Untuk pelaksanaan program ini, BTN akan berkoordinasi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

"Kami kebetulan di BUMN ini memiliki satu program yang terhubung dengan konektivitas antara lain infrastruktur, kemudian juga kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan setiap daerah atau wilayah. Kami memiliki partner bersama dengan Patra Jasa dan ITDC khususnya untuk program homestay ini," kata Handayani usai rapat di Kantor Bupati Banyuwangi, Jl Ahmad Yani, Banyuwangi, Jumat (29/7/2016).

Handayani yang juga datang bersama Kepala Divisi Subsidi Morgage Hirwandi Gafar dan Direktur ITDC Jatmiko K Santosa, mengungkapkan kerja sama tiga BUMN ini menyangkut pembiayaan hingga pelatihan pelayanan kepada wisatawan. Dia optimis dengan sinergi ini akan meningkatkan kualitas pelayanan pengelola homestay dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerja sama tiga BUMN ini tentu pertama kami menyediakan pembiayaannya, ITDC menyiapkan modul terkait bagaimana hospitality bagaimana standarisasinya, bagaimana kita menyiapkan finansial report-nya. Homestay itu kan harus dipisahkan antara pendapatan dari homestay dan dari dia bekerja," katanya.

"Kemudian dari Patra Jasa menyiapkan modul-modul operasional homestay itu. Supaya memenuhi standarisasi kita perlu melakukan pelatihan," imbuhnya.

Bantuan pembiayaan disebut Handayani berupa skema kredit yang terjangkau. Dia pun optimis bantuan yang ditawarkan BTN ini akan dilirik oleh masyarakat.

"Masyarakat dapat memiliki homestay itu sendiri dengan uang muka yang sangat murah yaitu 1% dan dengan bunga sangat ringan yaitu 5%. Tentu harapannya menggerakkan ekonomi dan kami tahu Banyuwangi salah satu destinasi pariwisata yang saat ini menjadi destinasi wisata yang kita kampanyekan di luar negeri dan dalam negeri," bebernya.

Bantuan dari BTN ini diapresiasi oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Anas mengaku tidak menyangka bila bantuan yang digelontorkan oleh bank sudah sepaket dengan pelatihan-pelatihan yang diperlukan oleh pengelola homestay.

"Melampaui apa yang saya pikirkan, saya pikir hanya pembangunan fisik. Itu terintegrasi homestay dalam kredit yang sangat murah dan edukasi bagi pengelola homestay. Ketiga dirancang untuk dipromosikan dengan jejaring promosi BUMN hotel dan lainnya," katanya.

"Artinya ini sinergis yang kita bikin dulu pernah ada pelatihan bahasa Inggris bagi pengelola homestay tapi kan seperti di daerah. Kalau nanti ada modul ini bagus termasuk ada pelatihan. Kalau perlu berjalan fisiknya minggu depan mulai pelatihan Patra Jasa dan ITDC bisa mengelola," terangnya.

Anas mengakui ide untuk membangun homestay terinspirasi ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Korea. Kegiatan pemilik rumah ketika membuat kimchi ternyata juga menjadi daya tarik tersendiri.

"Ini terinspirasi ketika Pak Jokowi menginap di Korea bagaimana mengelola kimchi bukan tinggal semata tapi kegiatan masyarakat menjadi atraksi wisata," katanya.

Berkaca dengan keunikan daerah itulah menurut Anas, maka Desa Kemiren dan Banjar siap dijadikan pilot project pembangunan homestay ini.

Apalagi pemkab baru bisa mensubsidi sebesar Rp 15 juta untuk pelestarian rumah adat Using, dia pun berharap dengan tambahan bantuan dari BTN maka realisasi rencana pembangunan 1.000 homestay di kabupaten berjuluk 'Sunrise of Java' ini dapat segera terwujud.

"Mungkin yang paling siap Kemiren karena Kemiren sudah jalan, Desa Banjar juga kelompok wisatanya sudah jalan. Hanya mereka masih kesulitan untuk mewujudkan homestay-nya untuk merenov (rumah)," terangnya.

"Saya kira ini pas, yang sudah jalan di daerah masyarakat perlu bantuan anggaran. Pemda kan selama ini hanya bantu Rp 15 juta. Saya kira ini bagus dan menyambut baik program tersebut," jelasnya. (ams/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads