Berbeda dengan BI rate yang berlaku selama satu tahun penuh, 7 days repo rate akan berlaku sepanjang satu minggu. Saat ini, 7 days repo rate berada pada level 5,25% atau lebih rendah dari BI rate sebesar 6,5%.
Penerapan 7 days repo rate juga diharapkan mampu mempengaruhi suku bunga perbankan ke arah yang lebih rendah. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, belakangan ini, Indonesia juga tengah dibanjiri dana asing yang masuk ke pasar modal. Akibatnya, nilai tukar rupiah ikut menguat atas dolar Amerika Serikat (AS). Namun, pihaknya menilai penguatan rupiah terhadap dolar AS yang terlalu tinggi juga tidak baik.
Nilai tukar rupiah yang terlalu kuat terhadap dolar AS akan menyebabkan ramainya barang impor ke Indonesia dan juga anjloknya ekspor.
"Kita itu tidak boleh terlalu lemah tidak boleh terlalu kuat. Lemah manufaktur impor repot, teman-teman utang valas repot, ekonomi juga stagnan. Tapi kurs yang terlalu kuat sementara kita defisit ekspor, impor barang dan jasa akan membuat orang terus mengimpor. Sesuatu produk yang bisa kita produksi akan kita impor," tutup Mirza. (drk/drk)











































