The Fed New York: Pemilu AS Timbulkan Ketidakpastian Bagi Pengusaha

The Fed New York: Pemilu AS Timbulkan Ketidakpastian Bagi Pengusaha

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 01 Agu 2016 11:15 WIB
The Fed New York: Pemilu AS Timbulkan Ketidakpastian Bagi Pengusaha
Foto: Maikel Jefriando
Nusa Dua - Pada November 2016, Amerika Serikat (AS) akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu), untuk menentukan Presiden selanjutnya. Pemilu yang memanas menimbulkan ketidakpastian bagi kalangan dunia usaha.

Presiden Bank Sentral New York Amerika Serikat (AS), William C Dudley, menjelaskan ketidakpastian tersebut membuat banyak perusahaan menunda rencana investasi. Terlihat pada realisasi investasi di kuartal II-2016 yang rendah.

"Pemilu tahun ini menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha," ungkap Dudley, dalam kegiatan seminar bersama antara BI dan Federal Reserve Bank of New York di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Senin (1/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investasi cenderung lebih lemah ketika ketidakpastian naik, karena ini menciptakan persepsi negatif bagi perusahaan untuk menunda keputusan sampai ketidakpastian teratasi," terangnya.

Akan tetapi, Dudley berharap pada dua kuartal terakhir investasi meningkat. Sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dapat sesuai target yang ditetapkan. Kuartal II-2016 pertumbuhan ekonomi AS hanya mencapai 1,2%.

"Saya berharap tetap bisnis investasi untuk mulai tumbuh lagi di semester kedua," ujar Dudley.

Dudley menambahkan, kondisi perekonomian AS memang lebih banyak berubah dalam beberapa bulan terakhir. Ekonomi tumbuh tidak sesuai target dan selain investasi ada risiko yang muncul dari perdagangan akibat keputusan Inggris yang keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Brexit yang terjadi bulan lalu membuat aliran dana menuju AS. Sehingga membuat dolar AS menguat dibandingkan banyak mata uang negara di dunia. Sehingga membuat daya saing ekspor AS terganggu.

"Ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi sebagai konsekuensinya," ujarnya. (mkl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads