Hal ini diungkapkan Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas pada acara Investor Day di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/8/2016).
"Dari deklarasi di Bank Mandiri per Senin (1/8/2016) Rp 40 miliar. Tapi kami harap bisa lebih banyak dan disusul. Bulan depan kami harap ada repatriasi, ini pindah rumah jadi lebih complicated dan harus dipelajari oleh pasar," kata Rohan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank Mandiri sudah melakukan sosialisasi dan cabang-cabang di 20 kota besar untuk siap memerankan. Bank Mandiri punya cabang di luar negeri bisa jadi gateway di Singapura, Shanghai, dan London," terang Rohan.
Guna menampung dana repatriasi, Bank Mandiri juga telah menyiapkan seluruh instrumen keuangan yang ada di segala unit bisnisnya mulai dari sekuritas hingga Manajer Investasi (MI). Berbagai instrumen keuangan yang telah disiapkan antara lain Efek Beragun Aset (EBA), Non Core Deposit (NCD), hingga deposito jangka panjang.
"Kami memiliki anak usaha yang cukup lengkap yang bisa menampung dan ini dalam berbagai bentuk, ada sekuritas, MI, atau direct investment. Kita siapkan obligasi di tahun ini, penjualan EBA atau penerbitan NCD. Kita juga sudah siapkan khusus berupa rekening khusus tax amnesty. Kemudian produk-produk treasury juga kita jual, seperti deposit swap, jadi deposito yang digabung masuk dalam dolar lalu diubah jadi euro, kemudian dual investment," ujar Rohan. (drk/drk)











































