Awal Agustus 2016, Deklarasi Harta di Bank Mandiri Capai Rp 40 M

Awal Agustus 2016, Deklarasi Harta di Bank Mandiri Capai Rp 40 M

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 03 Agu 2016 13:50 WIB
Awal Agustus 2016, Deklarasi Harta di Bank Mandiri Capai Rp 40 M
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebagai salah satu bank persepsi yang ditunjuk pemerintah mencatat, hingga Senin (1/8/2016) kemarin telah mencatat deklarasi harta dari peserta tax amnesty sebesar Rp 40 miliar. Deklarasi harta dari peserta tax amnesty tersebut diyakini ke depannya akan terus bertambah.

Hal ini diungkapkan Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas pada acara Investor Day di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

"Dari deklarasi di Bank Mandiri per Senin (1/8/2016) Rp 40 miliar. Tapi kami harap bisa lebih banyak dan disusul. Bulan depan kami harap ada repatriasi, ini pindah rumah jadi lebih complicated dan harus dipelajari oleh pasar," kata Rohan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menjaring lebih banyak dana deklarasi dan repatriasi yang masuk, Bank Mandiri kian gencar melakukan sosialisasi di seluruh kantor cabangnya. Bahkan seluruh kantor cabang Bank Mandiri di luar negeri juga dilakukan.

"Bank Mandiri sudah melakukan sosialisasi dan cabang-cabang di 20 kota besar untuk siap memerankan. Bank Mandiri punya cabang di luar negeri bisa jadi gateway di Singapura, Shanghai, dan London," terang Rohan.

Guna menampung dana repatriasi, Bank Mandiri juga telah menyiapkan seluruh instrumen keuangan yang ada di segala unit bisnisnya mulai dari sekuritas hingga Manajer Investasi (MI). Berbagai instrumen keuangan yang telah disiapkan antara lain Efek Beragun Aset (EBA), Non Core Deposit (NCD), hingga deposito jangka panjang.

"Kami memiliki anak usaha yang cukup lengkap yang bisa menampung dan ini dalam berbagai bentuk, ada sekuritas, MI, atau direct investment. Kita siapkan obligasi di tahun ini, penjualan EBA atau penerbitan NCD. Kita juga sudah siapkan khusus berupa rekening khusus tax amnesty. Kemudian produk-produk treasury juga kita jual, seperti deposit swap, jadi deposito yang digabung masuk dalam dolar lalu diubah jadi euro, kemudian dual investment," ujar Rohan. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads