Laporan dari Singapura

DBS Indonesia: Buka Banyak Cabang Tidak Ekonomis

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2016 11:33 WIB
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Menyadari adanya tren masyarakat yang mulai beralih ke transaksi digital banking, PT Bank DBS Indonesia mengaku tidak akan memilih strategi membuka banyak cabang untuk memperluas bisnisnya.

"Apakah kita bakal mengikuti jejak beberapa bank besar di consumer bank seperti bank lain, di mana mereka punya cabang ribuan? Kita bikin sedikit studi, jawabannya tidak. Itu tidak ekonomis," kata Presiden Direktur DBS Indonesia Paulus Sutisna di Marina Bay Financial Center (MBFC), Singapura, Jumat (5/7/2016).

Paulus mengungkapkan, seperti halnya induknya di Singapura, DBS Group, pihaknya akan lebih banyak menjaring nasabah lewat digital banking.

"Bahwa orang sekarang aksesnya banyak ke smartphone. Dari 260 juta penduduk Indonesia, ada 80 juta smartphone dan makin banyak juga accessible (harganya murah). Apalagi sekarang tengah booming e-commerce. Ini adalah long-term strategy. Dalam 5-6 tahun ke depan. Proses digital banking sendiri, tahun depan kita launch," ujarnya.

Di sektor pembiayaan di luar korporasi, lanjut dia, DBS Indonesia bakal serius menggarap penyaluran kredit untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Kedua kita perbanyak akses ke Small Medium Enterprises/SME (UKM). Ada sekitar 95% SME yang belum mengakses kredit, kita tidak ikuti jejak bank-besar dengan buka ribuan cabang, kita fokus di digital banking," ungkap Paulus. (drk/drk)