Bank Indonesia (BI) memang menginginkan agar rupiah tidak terlalu menguat dan bergerak sesuai fundamental.
"Dana yang masuk minggu lalu sekitar Rp 130 triliun. Dengan aliran dana yang semakin besar, ada potensi rupiah menguat," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta, Senin (8/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besarnya dana asing yang masuk ke dalam negeri didorong oleh dua faktor. Sisi eksternal, yakni kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) dimungkinkan tidak akan terealisasi sampai dengan akhir tahun.
Kemudian dari sisi internal, ada sentimen positif yang muncul pada investor setelah kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty diberlakukan dan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II yang di atas ekspektasi, yaitu 5,18%.
"Penempatan investasi Indonesia termasuk yang menarik bukan hanya suku bunga tapi juga prospek ekonomi dan aliran tax amnesty," tukasnya. (mkl/drk)











































