Kenaikan laba bersih Citibank didorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 15% menjadi Rp 2 triliun pada akhir semester I β 2016.
Selain itu, beban operasional selain bunga juga membaik. Didukung penurunan beban cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan khususnya kredit sebesar 35% menjadi Rp 397 miliar dari sebelumnya Rp 613 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kinerja yang positif ini dapat diraih berkat peningkatan porsi dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk giro dan tabungan. Dua jenis DPK tersebut menyumbang 71,3% dari keseluruhan DPK Citibank per Juni 2016. Net Interest Margin (NIM) juga mengalami kenaikan menjadi 6,05% dari sebelumnya 5,37% pada periode yang sama Juni 2015," kata Chief Executive Officer Citi Indonesia, Batara Sianturi dalam siaran pers, Senin (15/8/2016).
Batara menyampaikan, prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit akan terus diutamakan. NPL net Citibank pada akhir semester Iβ2016 dilaporkan pada kisaran 0,80%, membaik 86 basis poin dari periode yang sama Juni 2015 sebesar 1,66%.
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 27,25%, naik 1,42% dari posisi Juni 2015 sebesar 25,83%. Dari sisi pengelompokan Bank berdasarkan Kegiatan Usaha yang disesuaikan dengan Modal Inti yang dimiliki, Citibank merupakan bank umum BUKU 3. (ang/hns)











































