Bank pelat merah itu membidik Rp 4-5 triliun dana repatriasi. Mayoritas dananya akan berasal dari para pengusaha properti.
"Ini adalah salah satu sosialisasi khusus kepada anggota REI (Real Estate Indonesia), yaitu adalah yang bergerak di bidang properti karena kita lihat bahwa potensi-potensi anggota REI ini untuk deklarasi dan repatriasi itu adalah cukup besar," kata Direktur Utama BTN, Maryono, di Jakarta, Jumat (19/8/2016).
Ia mengatakan, BTN akan memfasilitasi wajib pajak yang ingin menyetor dana repatriasi dengan menyediakan ruangan khusus supaya kerahasiaan terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maryono belum menghitung jumlah dana repatriasi yang masuk ke bank berkode BBTN tersebut. Saat ini, kata dia, banyak nasabah yang jadi calon potensial tax amnesty yang akan segera masuk.
"Taksirannya sekarang jtu sudah kurang lebih kita punya target antara Rp 4-5 triliun," ujarnya.
Beberapa instrumen pun disiapkan oleh BTN, seperti obligasi hingga Efek Beragun Aset (EBA). Obligasi yang diluncurkan BTN beberapa waktu lalu pun sudah diserap oleh masyarakat.
"Saya kira kita akan serap semua, malah mungkin kita akan buat lagi untuk obligasi yang kedua lanjutannya dan sebentar lagi kita akan terbitkan EBA. EBA mungkin tahap pertama Rp 1 triliun, nanti bulan berikutnya Rp 1 triliun lagi. Kita punya target Rp 5 triliun untuk EBA,"ucapnya.
Jika sudah banyak dana terserap, BTN berharap suku bunga bisa diturunkan. Apalagi dengan berlakunya 7 Days Repo Rate menggantikan BI Rate.
"Ya terhadap bunga pasti, apalagi nanti pengaruh dengan adanya perubahan patokan dari BI rate ke 7 Days ini bisa mempengaruhi suku bunganya akan turun," jelasnya. (ang/dnl)











































