Berdasarkan perhitungan Depth Service Ratio (DSR), rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 36,8%. Angka ini masih terbilang aman dari batas yang ditentukan Bank Indonesia sebesar 51,1%.
Demikian diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia Hendy Sulistiowati saat jumpa pers di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya menambahkan, secara umum ULN Indonesia cenderung turun. Kenaikan rasio ULN Indonesia karena turunnya defisit neraca berjalan alias current account deficit (CAD).
Turunnya CAD dikarenakan melemahnya nilai ekspor Indonesia akibat dari pelemahan ekonomi global.
"Dari sisi utang semuanya cenderung turun. Rasio ini naik karena current account deficit turun. Ekspor turun dan harga komoditas turun. Permintaan pasar global juga belum membaik," kata Hendy. (drk/drk)











































