Utang Luar Negeri RI Naik 6,2% ke US$ 323,8 M, Masih Aman?

Utang Luar Negeri RI Naik 6,2% ke US$ 323,8 M, Masih Aman?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 23 Agu 2016 18:03 WIB
Utang Luar Negeri RI Naik 6,2% ke US$ 323,8 M, Masih Aman?
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga triwulan II-2016 tercatat tumbuh 6,2% (yoy) atau sebesar US$ 323,8 miliar. Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN Indonesia sebagian besar terdiri dari ULN sektor swasta dengan rincian ULN sektor publik US$ 158,7 miliar (49% dari total ULN) dan ULN sektor swasta US$ 165,1 miliar (51% dari total ULN).

Berdasarkan perhitungan Depth Service Ratio (DSR), rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 36,8%. Angka ini masih terbilang aman dari batas yang ditentukan Bank Indonesia sebesar 51,1%.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia Hendy Sulistiowati saat jumpa pers di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ULN dibandingkan GDP angkanya 36,8%. Sementara analisa kami di atas 51,1%. Kita masih di bawah batas yang dianggap bahaya," kata Hendy.

Dirinya menambahkan, secara umum ULN Indonesia cenderung turun. Kenaikan rasio ULN Indonesia karena turunnya defisit neraca berjalan alias current account deficit (CAD).

Turunnya CAD dikarenakan melemahnya nilai ekspor Indonesia akibat dari pelemahan ekonomi global.

"Dari sisi utang semuanya cenderung turun. Rasio ini naik karena current account deficit turun. Ekspor turun dan harga komoditas turun. Permintaan pasar global juga belum membaik," kata Hendy. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads