Sri Mulyani: Fintech Bisa Jadi Ancaman Bisnis Perbankan

Sri Mulyani: Fintech Bisa Jadi Ancaman Bisnis Perbankan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 30 Agu 2016 12:32 WIB
Sri Mulyani: Fintech Bisa Jadi Ancaman Bisnis Perbankan
Foto: Ardan Adhi Chandra
Tangerang - Teknologi terus berkembang dari waktu ke waktu. Seiring perkembangan teknologi, banyak skema bisnis baru bermunculan.

Skema bisnis lama pun menjadi terancam oleh teknologi baru, tak terkecuali dunia perbankan. Sekarang ini ada yang namanya financial technology alias fintech.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, percaya fintech ini akan menjadi ancaman bagi model bisnis perbankan yang lama, tetapi juga memberi kesempatan yang lebar untuk model bisnis baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk perbankan, mereka akan dihadapkan situasi financial technology ini bisa menjadi ancaman bisnis model mereka yang lama. Lembaga keuangan harus melihat ini tidak hanya ancaman dan tidak melakukan respons, tapi harus melihat ini adalah kesempatan agar bisnis mereka lebih efisien dan dapat menjadi alat untuk menjangkau masyarakat," kata Sri Mulyani, dalam pidatonya di acara Fintech Festival & Conference di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Selasa (30/8/2016).

Atas perkembangan ini, pemerintah akan mengatur segala yang berhubungan dengan fintech supaya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan pelaku usaha.

"Presiden (Joko Widodo/Jokowi) dari sisi komitmen jelas, kita perlu buat kebijakan, peraturan, kerangka aturan, kalau perlu insentif agar teknologi ini menjadi kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan kerja yang luas dan pada akhirnya memecahkan masalah kemiskinan dan kesejahteraan," ujarnya.

Sri Mulyani juga mengaku siap berdiskusi dengan para pelaku usaha untuk merancang aturan tersebut. Jika aturan diterapkan dengan benar maka manfaatnya akan lebih terasa.

"Saya bersedia untuk duduk bersama untuk bisa identifikasi kerangka kebiajakan yang diperlukan agar Indonesia bisa tepat tumbuh teknologi keuangan yang memperluas berbagai kesempatan yang muncul," jelasnya.

"Saya memiliki harapan yang besar untuk bisa efisiensi, potensial transaksi direkam, akan dorong banyak UMKM lebih teratur dan formal dan tentu akhirnya bisa bayar pajak. Bagaimana konversikan kegiatan informal ekonomi yang selama ini jadi tantangan yang penting, jadi formal dan miliki kualitas yang makin lama makin baik," ucapnya. (ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads