Target ini lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan kredit industri perbankan yang sebelumnya direvisi oleh Bank Indonesia, sebesar 7-9%.
"Pada umumnya, semuanya sudah dalam pipeline. Mungkin hanya pasar penarikan-penarikan. Target sih kalau kita lihat apa yang ada dalam pipeline, target tercapai 15-16%," ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni ketika ditemui di acara IBD Expo 2016, JCC Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Baiquni mengatakan, target penyaluran kredit tetap dapat tercapai target, seiring banyaknya penyaluran kredit kepada sektor infrastruktur.
"Pertumbuhan kredit sampai akhir Agustus 22% (yoy). Kalau sekarang kenapa masih tinggi, karena Agustus tahun lalu kita masih rendah. Tapi kita mulai agresif di dalam ekspansi kredit itu di triwulan keempat tahun lalu," jelas dia.
"Yang menopang utamanya adalah infrastruktur atau konstruksi. Termasuk proyek Palapa Ring juga, tapi yang paling menunjang itu infrastruktur, yakni bidang konstruksi. Itu yang bikin pertumbuhannya jadi cukup signifikan," tandasnya.
Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini menjadi 7-9% dari proyeksi sebelumnya 11-13%.
Hal ini mengingat lemahnya realisasi kredit di semester I/2016, yang secara tahun berjalan hingga saat ini, kredit perbankan hanya tumbuh di bawah 3%. (ang/ang)











































