Cadangan Devisa RI Kembali Turun Menjadi US$ 36,04 Miliar
Selasa, 29 Mar 2005 17:06 WIB
Jakarta - Cadangan devisa Indonesia pada minggu ketiga Maret 2005 kembali turun US$ 493,60 juta dari posisi minggu sebelumnya menjadi US$ 36,04 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri.Berdasarkan siaran pers dari BI, Selasa (29/3/2005), posisi uang primer pada tanggal 23 Maret 2005 tercatat sebesar Rp 178,25 triliun atau turun sebesar Rp 2,33 triliun dari posisi tanggal 15 Maret 2005. Hal tersebut disebabkan faktor musiman, yaitu masuknya kembali uang kartal ke sistem perbankan.Tagihan bersih kepada Pemerintah turun sebesar Rp 970 miliar sehingga mencapai Rp 201,13 triliun yang terutama berasal antara lain dari pembayaran Dana Alokasi Umum (DAU) atau gaji, pembayaran pinjaman luar negeri, pembayaran kupon obligasi pemerintah dan proyek. Kredit Likuditas Bank Indonesia relatif tidak mengalami perubahan. Sedangkan Operasi Pasar Terbuka (OPT) secara netto memberikan pengaruh kontraksi sebesar Rp 4,62 triliun. Dengan perkembangan di atas, NDA (Net Domestic Asset) dalam minggu ini memberikan pengaruh kontraksi sebesar Rp 130 miliar sehingga mencapai Rp 6,26 triliun.
(qom/)











































