Angka Kredit Bermasalah Bank Naik Jadi 3,11%, Ini Sebabnya

Angka Kredit Bermasalah Bank Naik Jadi 3,11%, Ini Sebabnya

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2016 17:03 WIB
Angka Kredit Bermasalah Bank Naik Jadi 3,11%, Ini Sebabnya
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) bank di Indonesia mengalami peningkatan belakangan ini. Hingga saat ini nett NPL sebesar 2,4% sampai 2,5%, sedangkan gross NPL berada di angka 3,1%. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan ke depannya perbankan masih akan selektif memberikan pendanaan dalam bentuk kredit ke debitur.

"NPL nett 2,4-2,5% NPL Gross 3,11%. Ada tren membaik tapi kalau dilihat ke depan dari survei bank Indonesia dan LPS, bank akan cukup hati-hati dalam memberikan kredit," jelas Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah saat jumpa pers di di Ruang Serbaguna LPS, Equity Tower, Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Ada dua sektor industri yang menyumbang naiknya NPL, antara lain sektor pertambangan dan komoditas. Kedua sektor ini tengah mengalami goncangan di pasar dunia karena anjloknya harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain dengan adanya pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia (BI), juga diharapkan dapat meningkatkan kredit yang diikuti penurunan NPL.

"Pertambangan dan Komoditas primer menjadi sebab utama kenapa NPL meningkat. Namun kami juga melihat ke depan ada optimisme karena ada perubahan kebijakan BI tentang suku bunga dan kenaikan LTV," kata Halim.

Tingginya NPL di Indonesia bisa diatasi dengan tingginya Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal di bank umum sebesar 22,5% dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,6%. Angka tersebut merupakan yang terbesar di Asia.

Sehingga NPL sebesar 3,11% masih bisa diatasi dengan tingginya kecukupan modal bank dan margin keuntungan.

"CAR 22,5% NIM 5,6% salah satu yang tertinggi di Asia. Sehingga NPL 3,11% ini masih bisa diserap oleh tingkat bantalan permodalan yang tinggi," kata Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan di tempat yang sama.

Tingginya NPL juga bisa diatasi dengan memberikan pinjaman ke proyek-prroyek infrastruktur yang tengah dikebut pemerintah

"Pemulihan kredit perbankan akan dari proyek infrastruktur, industri kontraktor, vendor akan terstimulasi," tutup Fauzi. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads