Pembatalan Lelang Obligasi Negara Dilematis
Rabu, 30 Mar 2005 12:02 WIB
Jakarta - Ketua Kadin MS Hidayat menilai pembatalan lelang obligasi negara (SUN) menimbulkan situasi dilematis. Menurutnya, pembatalan itu sebagai bentuk kurang percayanya market pada pemerintah."Batalnya lelang SUN kemarin itu, sebenarnya membuat situasi menjadi dilematis. Itu akibat market kurang percaya sehingga meminta interest yang lebih tinggi," kata MS Hidayat disela-sela acara diskusi panel Prospek, Tantangan dan Arah Kebijakan Ekonomi Indonesia di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Rabu (30/3/2005).Menurut MS Hidayat, pemerintah saat ini harus menentukan waktu yang lebih cermat menyangkut rencana penerbitan surat utang negara. "Pemerintah ketika me-launching penerbitan obiligasi harus lebih cermat, jangan sudah dilaunch tiba-tiba gagal. Saya sangat menyesalkan itu," ungkapnya.Daya Saing EkonomiDia juga menyoroti masalah daya asing ekonomi Indonesia dimana saat ini masih rendah akibat banyaknya komponen biaya yang sulit ditekan, baik menyangkut interest rate, high cost, maupun belum menggembirakannya country risk Indonesia.Dalam perspektif dunia bisnis, lanjutnya, saat ini yang ditunggu dari pemerintah adalah action plan mengingat berbagai program telah disusun melalui RPJM. "Kendala utama, saya kira terletak pada strategi implementasi kebijakan dan juga kendala birokrasi," urainya.Dengan masih adanya kendala-kendala itu, maka dipastikan Indonesia akan sangat sulit bersaing dengan negara-negara di tingkat global. "Kami sendiri masih memiliki banyak sekali daftar komplain kebijakan baik menyangkut pengaturan maupun regulasi," tegasnya.
(mar/)











































