DR Mahathir Mohamad:
Dolar AS Akan Segera Ambruk
Rabu, 30 Mar 2005 13:34 WIB
Jakarta - Mantan Perdana Menteri Malaysia DR Mahathir Mohamad memperingatkan kepada seluruh negara di dunia bahwa mata uang dolar AS akan segera jatuh dalam waktu dekat ini. Mahathir secara sinis menyampaikan, dolar AS saat ini mampu bertahan semata-mata karena kekhawatiran akan terjadinya kerusakan pada perekonomian dunia jika mata uang ini didepak sebagai mata uang perdagangan internasional. Untuk itu, Mahathir menyarankan, dalam perdagangan internasional bisa digunakan emas sebagai alternatif mata uangnya. "Namun kehancuran itu akan datang pada suatu hari karena meski saat ini menjadi salah satu negara dengan kekuatan yang terbesar, AS tidak dapat membayar kembali utangnya sebesar US$ 7 triliun. Ketidakpastian hanyalah mengenai waktu dan bukan apakah dolar AS akan kolaps atau tidak," tegas Mahathir. Mahathir menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam konferensi yang dihadiri 650 chief executive dari 30 negara di Kota Kinabalu, Malaysia, seperti dilansir The Star, Selasa (30/3/2005). Mahathir merupakan penerima Doktor honoris dalam bidang ekonomi pembangunan. Dengan mengesampingkan dolar AS yang telah terdepresiasi hingga 50 persen terhadap Jepang, Mahathir mengaku pesimis dolar AS akan mampu pulih ke level terkuatnya. Bahkan, dolar AS justru akan terus merosot karena pemerintahan AS di bahwa Presiden George W Bush tidak mempertimbangkan sejumlah langkah untuk mengatasi membengkaknya defisit. Mahathir menekankan, dengan menggelembungnya defisit AS, mata uang dolar AS tidak memiliki dukungan. Namun demikian, orang masih terus menggunakannya karena sejumlah orang masih menerima gajinya dalam dolar AS. "Namun yang akan segera datang adalah saat dimana kita akan mengalihkannya dari dolar dan kami menyarankan penggunaan emas untuk perdagangan internasional," tegasnya. Ia menyarankan, jika perusahaan-perusahaan di dunia tidak ingin mengalami 'perubahan cepat', maka mereka harus segera mencari alternatif pembayaran dalam mata uang lain seperti Euro, atapun tetap dalam dolar AS degnan nilai yang ekuivalen dengan Euro. Mahathir lebih lanjut usai acara itu menyatakan bahwa dirinya memberi pandangan pribadi soal dolar itu setelah melakukan studi atas depresiasi dolar. "Kecuali Amerika mengganti presidennya dengan yang lebih bertanggung jawab untuk mengurangi defisitnya, maka mereka akan memiliki masalah yang serius dengan mata uang AS," ujarnya.
(qom/)











































