Likuiditas Perbankan Ketat, BRI Prediksi Pertumbuhan DPK Hanya Capai 6%

Likuiditas Perbankan Ketat, BRI Prediksi Pertumbuhan DPK Hanya Capai 6%

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2016 16:42 WIB
Likuiditas Perbankan Ketat, BRI Prediksi Pertumbuhan DPK Hanya Capai 6%
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Beberapa bank di Indonesia belakangan ini tengah mengalami kendala likuiditas yang sangat ketat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) bank yang diiringi dengan rendahnya pertumbuhan Dana Pihak ketiga (DPK) dari nasabah.

Tingginya permintaan kredit tidak dibarengi dengan banyaknya DPK yang masuk ke perbankan memicu pengetatan likuiditas di perbankan.

Menurut Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Haru Koesmahargyo, pertumbuhan DPK yang pada tahun-tahun sebelumnya bisa di atas 10%, di tahun ini diperkirakan hanya mampu mencapai 6%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita lihat selain secara umum meningkat, perlambatan dari dana pihak ketiga ini terasa. Mungkin tahun lalu kita lihat pertumbuhan dana pihak ketiga bisa double digit, sekarang itu hanya 6%. Jadi melambat," jelas Haru di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2016).

"Kalau kita gabungkan dua fakta, LDR yang meningkat dan pertumbuhan DPK yang melambat, kita bisa menyimpulkan dong berarti ada pengetatan likuiditas," lanjut Haru.

Di BRI, pengetatan likuiditas juga dirasakan. Tingginya DPK yang masuk ke bank berkode BBRI itu juga diikuti dengan tingginya permintaan kredit. Sehingga bank pelat merah ini mengalami keterbatasan likuiditas.

"Kita sebenarnya pertumbuhan dana masih tinggi, tapi kredit kan juga tinggi," ujar Haru. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads