Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani mengungkapkan, peningkatan inklusi keuangan di Indonesia berkontribusi terhadap menurunnya angka kemiskinan.
"Untuk menurunkan angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan pendapatan, dan meningkatkan stabilitas sistem keuangan, inklusi keuangan harus ditingkatkan. Survei OJK tahun 2013, indeks literasi keuangan 21,8%, artinya hanya 21 dari 100 orang Indonesia memiliki akses ke layanan jasa keuangan," jelas Firdaus dalam Forum Diskusi Indonesia Responsible Access to Finance di Ballroom Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (5/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan data BPS Maret 2016, 10% masyarakat miskin, September 2015, 11,3%. Industri keuangan mengambil langkah strategis mendorong kesejahteraan mereka, terutama di pelosok," tutur Firdaus
Dengan meluasnya akses layanan keuangan ke berbagai daerah di Indonesia, maka akan hadir kawasan ekonomi baru. Munculnya kawasan ekonomi baru nantinya berkontribusi terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan berkurangnya angka kemiskinan.
"Penciptaan pusat-pusat ekonomi baru khususnya di pedesaan dan wilayah terisolasi. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa meningkat di semua daerah," kata Firdaus. (drk/drk)











































