Neraca Pembayaran RI Diprediksi Surplus Jadi US$ 1,2 M

Neraca Pembayaran RI Diprediksi Surplus Jadi US$ 1,2 M

- detikFinance
Jumat, 01 Apr 2005 10:37 WIB
Jakarta - Neraca pembayaran Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan surplus menjadi US$ 1,2 miliar pada tahun 2005 ini dari posisi tahun 2004 yang mengalami surplus US$ 0,02 miliar. Demikian data BI dalam laporan perekonomian Indonesia 2004 yang diterima detikcom, Jumat (1/4/2005).Menurut BI, perbaikan kinerja neraca pembayaran Indonesia tersebut terutama didukung oleh surplus transaksi berjalan yang masih cukup besar meskipun berada dalam kecenderungan yang menurun sebagai akibat dari pesatnya kegiatan ekonomi domestik. Surplus transaksi berjalan pada tahun 2005 diperkirakan mencapai US$ 2,7 miliar atau menurun dibandingkan tahun 2004 yang mencatat surplus US$ 2,9 miliar. Penurunan ini diakibatkan oleh pesatnya kegiatan impor untuk memenuhi kebutuhan domestik khususnya kegiatan produksi dan investasi.Surplus transaksi berjalan pada tahun ini masih didukung oleh kinerja ekspor non migas yang diperkirakan akan tumbuh 6 persen. Sedangkan transaksi jasa-jasa mencatat defisit yang lebih rendah dari US$ 8,4 miliar pada tahun 2004 menjadi US$ 17 miliar. Sementara mengenai perkembangan transaksi lalu lintas modal diperkirakan lalu lintas modal pemerintah akan mencatat defisit US$ 2,1 miliar. Sedangkan lalu lintas modal swasta akan mencatat surplus US$ 1,7 miliar. Disebutkan pula, dengan adanya perkembangan neraca pembayaran tersebut, maka pada tahun 2005 ini posisi cadangan devisa akan mengalami peningkatan menjadi US$ 37,5 miliar dibanding tahun lalu yang sebesar US$ 36,3 miliar. Jumlah tersebut diperkirakan dapat menutupi keperluan 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads