Bank Jateng Turunkan Bunga Kredit di Bawah 10%

Bank Jateng Turunkan Bunga Kredit di Bawah 10%

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Sabtu, 08 Okt 2016 14:24 WIB
Bank Jateng Turunkan Bunga Kredit di Bawah 10%
Foto: Rachman Haryanto
Semarang - Bank Jateng menurunkan suku bunga untuk kredit usaha produktif menjadi single digit. Dengan gerakan suku bunga rendah (Subure), nasabah lama yang biasanya membayar suku bunga 11,5% kini turun sampai 9,95%.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengatakan penurunan suku bunga tersebut merupakan dukungan terhadap program pemerintah untuk menurunkan suku bungan pinjaman di bawah 10%.

"Ini sebagai salah satu peran Bank Jateng mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya UMKM agar lebih mampu memperkuat basdis usahanya," kata Supriyatno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasabah yang mendapatkan penurunan suku bungan menjadi single digit tersebut yaitu yang memiliki usaha lebih dari 5 tahun dan dengan kredit maksimum di bawah Rp 5 miliar. Setidaknya ada 100 nasabah yang langsung diturunkan bunga pembayarannya setelah soft launching gerakan Subure yang digelar di kantor Gubernur Jateng hari Jumat (7/10) kemarin.

"Penurunan suku bunga untuk kredit usaha produktif dari minimal 11,50% menjadi 9,95% untuk segmen UMKM dengan maksimum kredit di bawah Rp 5 miliar. Bahkan untuk nasabah tertentu diberikan bungan 9,45%," terangnya.

Supriyatno menjelaskan, pendapatan Bank Jateng memang mengalami penurunan dengan gerakan tersebut. Namun hal itu merupakan bentuk Bank Jateng untuk andil dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Pendapatan kami memang menurun, tapi dengan bunga ini UMKM bisa memperkuat basis usahanya. Mengurangi jumlah pengangguran," tandasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan dengan adanya gerakan Subure, maka program pemerintah untuk menurunkan suku bunga di bawah 10% dimulai di Jawa Tengah. Ganjar memberikan apresiasi dan berharap perekonomian Jateng semakin meningkat karena sampai saat ini pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 5,7% lebih tinggi dibanding nasional yang hanya 5,18%.

"Program Subure memang diprioritaskan untuk nasabah kecil dan UMKM. Mereka ini yang harus dibantu dalam hal perkreditan," tandas Ganjar. (alg/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads