Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengatakan penurunan suku bunga tersebut merupakan dukungan terhadap program pemerintah untuk menurunkan suku bungan pinjaman di bawah 10%.
"Ini sebagai salah satu peran Bank Jateng mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya UMKM agar lebih mampu memperkuat basdis usahanya," kata Supriyatno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan suku bunga untuk kredit usaha produktif dari minimal 11,50% menjadi 9,95% untuk segmen UMKM dengan maksimum kredit di bawah Rp 5 miliar. Bahkan untuk nasabah tertentu diberikan bungan 9,45%," terangnya.
Supriyatno menjelaskan, pendapatan Bank Jateng memang mengalami penurunan dengan gerakan tersebut. Namun hal itu merupakan bentuk Bank Jateng untuk andil dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Pendapatan kami memang menurun, tapi dengan bunga ini UMKM bisa memperkuat basis usahanya. Mengurangi jumlah pengangguran," tandasnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan dengan adanya gerakan Subure, maka program pemerintah untuk menurunkan suku bunga di bawah 10% dimulai di Jawa Tengah. Ganjar memberikan apresiasi dan berharap perekonomian Jateng semakin meningkat karena sampai saat ini pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 5,7% lebih tinggi dibanding nasional yang hanya 5,18%.
"Program Subure memang diprioritaskan untuk nasabah kecil dan UMKM. Mereka ini yang harus dibantu dalam hal perkreditan," tandas Ganjar. (alg/ang)











































