Dari jumlah tersebut, sebagian besar disalurkan ke segmen usaha mikro, sebesar Rp 657,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan September 2015 yang tercatat sebesar Rp 372,4 miliar. Kemudian sebesar Rp 122,7 miliar disalurkan ke segmen usaha business banking dan sebagian lainnya disalurkan ke segmen konsumer dan komersial.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, potensi ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat baik, terutama dari sisi hasil bumi maupun pariwisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang didominasi oleh kepulauan dengan tiga pulau utama antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor Barat. Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan-II sebesar 5,29% (yoy). Nilai Nominal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi NTT pada triwulan II-2016 mencapai Rp20,68triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,29% (yoy).
Dari sisi penggunaan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga menjadi yang tertinggi dengan angka mencapai 5,87% (yoy) yang terutama ditopang oleh konsumsi bidang Restoran dan Hotel yang tumbuh mencapai 55,58% (yoy) seiring penyelenggaraan berbagai even pariwisata.Di wilayah ini, Bank Mandiri terus mengembangkan bisnis dengan didukung oleh 16 kantor cabang, 79 unit ATM dan 1.393 electronic data capture (EDC).
Dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diterbitkan Bank Indonesia pada Agustus 2016 menyebutkan bahwa, nilai nominal produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi NTT pada triwulan II-2016 mencapai Rp20,68 triliun. Adapun pertumbuhan tahunan sebesar 5,29%, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,08%.
"Bank Mandiri sebagai bank milik negara akan terus mendukung pengembangan ekonomi di berbagai wilayah indonesia, termasuk NTT, agar pembangunan di Tanah Air dapat lebih merata," ujar Kartika. (pam/dna)











































