Kapan Bunga Kredit Bank Turun? Ini Kata OJK

Kapan Bunga Kredit Bank Turun? Ini Kata OJK

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2016 11:45 WIB
Kapan Bunga Kredit Bank Turun? Ini Kata OJK
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali melakukan pelonggaran kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuannya BI 7 Days Repo Rate ke 4 75%. Pelonggaran moneter ini dilakukan untuk memacu perbankan menurunkan suku bunganya.

Namun, setelah beberapa kali BI menurunkan suku bunga acuannya hingga 4,75%, suku bunga perbankan baru turun 0,6% atau 60 basis poin (bps).

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, penurunan suku bunga bank dilakukan secara bertahap. Selain itu, pelemahan ekonomi global juga menjadi faktor yang mempengaruhi perbankan masih enggan menurunkan suku bunganya begitu dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bertahap lah, dan ini juga banyak ditentukan perkembangan ekonomi sekarang," kata Muliaman di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016).

Belum berartinya penurunan suku bunga bank hingga saat ini juga dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global. Harga komoditas yang masih belum beranjak jauh dari level terendahnya juga menjadi faktor yang mendorong suku bunga bank masih tinggi

"Terkait dengan dinamika ekonomi. Terus juga harga komoditas belum normal," kata Muliaman.

Muliaman menambahkan, pertumbuhan kredit rupiah cukup tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit valuta asing (valas). Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di dalam negeri masih dalam kondisi yang baik.

"Sebetulnya kalau kredit rupiah itu kan meningkat tinggi. Kredit valas yang squeeze-nya cukup dalam, artinya kan dengan pertumbuhan kredit rupiah yang tinggi aktivitas ekonomi yang berbasis dalam negeri itu kan berkembang," jelas Muliaman.

Selain itu, perluasan akses terhadap lembaga keuangan juga harus diperluas. Sehingga permintaan kredit bisa terus tumbuh dan akan diikuti oleh penuruna suku bunga bank.

"Kita lihat lah makanya financial inclusion menjadi penting, agar akses domestik terhadap pembiayaan menjadi meningkat," ujar Muliaman. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads