Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Okt 2016 18:02 WIB

Ini Lima Langkah BI Kembangkan Keuangan Syariah

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya (Gedung Bank Indonesia)
Jakarta - Kondisi pasar keuangan syariah di Indonesia tercatat masih rendah. Demi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah, Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan 5 langkah khusus.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Regional II BI, Dwi Pranoto mengatakan, langkah pertama adalah dengan menyiapkan sumber daya insani yang ada, untuk dapat mengajak masyarakat menggunakan produk keuangan syariah.

"Yang kedua itu awareness dan komitmen, sering terjadi begitu diceritain syariah sudah oke, pada saat ambil keputusan 5% yang dipakai. Sering orang milih konvensional dibandingkan syariah. Jadi komitmen itu penting," terang Dwi.

Yang ketiga adalah dengan membangun bisnis model. Produk keuangan syariah, menurut Dwi, ditantang supaya lebih cepat, murah, dan barokah.

"Kita kalau bicara tools perbankan syariah masih sangat terbatas sehingga bagaimana membangun instrumen. Sukuk link wakaf ini potensinya sangat besar," terangnya.

Keempat, terkait dengan pemerintah dan kelembagaan. Jadi, menurut Dwi, kelembagaan syariah jangan hanya berbentuk bank, namun lembaga non bank juga harus kembangkan dengan baik.

"Yang terakhir adalah yang terkait dengan kebijakan. Baik kebijakan pemerintah, daerah, maupun otoritas. Selain forum TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) , kita juga sangat mendukung forum-forum ekonomi syariah di daerah-daerah," tutup Dwi. (drk/drk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com