Di beberapa daerah di Indonesia, HPS dimeriahkan dengan pesta rakyat atau pameran produk-produk pertanian.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai Bank BUMN yang fokus terhadap pengembangan usaha mikro termasuk sektor pertanian, memiliki cara sendiri dalam memperingati kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara yang digelar di kota Boyolali, Jawa Tengah (29/10/2016) ini juga turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Direktur Mikro BRI Mohammad Irfan.
Hingga saat ini, BRI telah menyalurkan 41.001 Kartu Tani kepada para petani di Kab Batang, Jawa Tengah. Program Kartu Tani merupakan salah satu implementasi Nawacita dalam bidang Ketahanan, Kemandirian, dan Kedaulatan Pangan nasional melalui tunggalisasi data informasi.
Dengan program Kartu Tani, para stakeholder nantinya akan memperoleh banyak manfaat, di antaranya subsidi yang diberikan oleh Pemerintah lebih tepat sasaran; adanya informasi mengenai ketersediaan pupuk bersubsidi, informasi perkiraan jadwal panen tiap komoditas beserta sebaran wilayahnya yang lebih akurat; dan yang paling penting, bagi petani pemegang Kartu Tani akan memperoleh kemudahan dalam akses jasa layanan perbankan baik simpanan maupun pinjaman, terutama KUR dan transaksi pembelian sarana produksi pertanian serta penjualan hasil panen yang cashless dan terintegrasi.
Kartu Tani sendiri merupakan Kartu identitas bagi petani sekaligus berfungsi sebagai kartu debit (ATM) yang diterbitkan oleh BRI yang memuat database petani.
Data tersebut bersumber dari pemerintah daerah setempat yang terdiri dari data petani dengan system by name by address, data lahan, dan data komoditas. Kumpulan data tersebut merupakan data tunggal yang dapat diakses oleh seluruh stakeholder melalui sebuah Sistem yang bernama Sistem Informasi Pertanian Indonesia atau bisa kita sebut SINPI.
Sebagai informasi, untuk kinerja penyaluran BRI ke sektor pertanian posisi 30 September 2016 telah mencapai Rp 65,11 triliun secara nasional dan Rp 4,27 triliun khusus Provinsi Jawa Tengah.
BRI sebagai Bank penyalur KUR terbesar, juga telah menyalurkan KUR sebesar Rp 73,04 triliun di mana 20,69% di antaranya diserap oleh sektor pertanian. (ang/ang)











































