"Kalau pemerintah menginginkan 6% pertumbuhan ekonomi saya kira itu kewajiban bagi kita sama-sama apa peranan kita masing-masing itu tantangan yang tidak kecil bagi kita," kata Kepala Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, dalam diskusi OJK Financial PR Forum, di Holtel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).
Untuk mencapai target tersebut, Muliaman mengatakan, industri keuangan harus menjadi lembaga yang tetap kredibel. Ia berpesan agar industri keuangan harus menjadi aset dan jangan menjadi liability atau beban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berperan agar industri keuangan harus tetap sehat dan dikelola secara profesional. Untuk mencapai target menurutnya pemerintah juga harus menjaga sistem yang dikelola dengan baik dan good governance.
"Industri keuangan pilar pertama harus stabil dikelola profesional, didukung keuangan yang baik karena itu suatu dasar, sebab itu industri keuangan nggak dikeola secara profesional, kondisi keuangan yang rusak saya kira bukan itu yang kita tunggu saya kira industri kita jadi liability dari keinginan kita jadi sejahtera," kata Muliaman.
Selain itu, industri keuangan juga harus meningkatkan penguatan-penguatan yang diperlukan. Misalnya pengelolaannya dan mengedepankan prinsip good governance.
"Saya kira itu prinsip yang dasar, kita akan menjadi sense of continuity, ini harus kita upayakan secara berkesinambungan," imbuh Muliaman.
Industri Keuangan Harus Berikan Kontribusi Pembangunan Ekonomi Nasional
Perekonomian global sedang turun, saat ini permintaan juga sedang lesu. OJK menyebut, industri keuangan harus memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
"Industri keuangan harus memberikan kontribusi tentu saja disesuaikan dengan bank, pasar modal bisa alternatif memberi modal. Ini peran industri keuangan bisa kontributif bagi nasional, kita betul-betul jadi aset bagi masyarakat, jadi perlu kita ciptakan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan berbagai lapisan masyarakat," kata Muliaman.
Ia mengatakan, industri keuangan harus dapat menyentuh seluruh elemen masyarakat. Misalnya dengan menciptakan beberapa produk yang dibedakan untuk petani atau masyarakat kelas menengah agar menyentuh banyak pasar.
"Banyak produk yang diperdagangkan, ini jadi pilar yang penting dalam membangun dan memberi kontribusi bahwa industri keuangan harus mudah diakses di mana saja, siapa saja di pulau-pulau terkecil juga gampang diakses maupun di pulau yang sudah ada dan desa," imbuh Muliaman.
Menurutnya, industri keuangan harus bersifat inklusif, tidak eksklusif karena harus menjangkau seluruh pelosok tanah air. Ia mengatakan, semakin meningkatnya pendapatan seseorang, maka permintaan terhadap produk layanan keuangan akan meningkat sehingga bisa meningkatkan juga pendapatan masyarakat.
"Semakin banyak pendapatan masyarakat semakin banyak keinginan untuk industri keuangan, sebab kalau income-nya besar itu permintaan industri keuangan itu dekat. Sekarang dia mulai kenal asuransi, investasi, itu semakin dia teredukasi, semakin besar permintaan mereka terkait layanan jasa keuangan. Oleh karena itu permintaan terhadap layanan jasa keuangan dipastikan meningkat, peningkatan pendapatan masyarakat," ujar Muliaman.
Dengan demikian, menurut dia, harus membuka akses kepada masyarakat menengah ke bawah. Namun, menurutnya ini merupakan tantangan yang harus dijawab seluruh pemangku kepentingan.
"Penting kita harus mampu membuka akses kepada mereka yang kecil-kecil, kita harus bisa memberikan akses kepada middle income, mereka biasanya tinggal di kota-kota besar dan berpenghasilan ini jumlahnya besar. Tentu ini menjadi bagus agar industri keuangan bisa mengakomodir, ini tantangan besar," imbuhnya. (ang/ang)











































