Kebijakan ini diumumkan pada Selasa 8 November 2016 oleh Perdana Menteri India Narendra Modi. Target yang dituju adalah pengentasan persoalan korupsi dan kepemilikan uang tunai ilegal serta pencucian uang.
"Black money dan korupsi adalah hambatan terbesar dalam memberantas kemiskinan," kata Modi seperti dikutip dari BBC, Sabtu (12/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modi menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik untuk penukaran uang. Bank akan dioptimalkan untuk melayani masyarakat, termasuk di hari libur. Aktivitas juga diharapkan bisa berlangsung seperti biasa.
Berdasarkan pantauan detikFinance, Jumat (11/12/2016) beberapa bank di Mumbai terlihat penuh antrean masyarakat. Begitu juga dengan ATM yang diperbolehkan untuk penarikan uang baru.
Masyarakat terlihat cukup gelisah untuk segera mendapatkan uang pecahan baru. (mkl/ang)











































