Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 12 Nov 2016 16:22 WIB

Pelaku dan Aset IKNB Syariah Bertambah, Pangsa Pasar Tetap Rendah

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy
Bogor - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sejak tahun 2010 lalu Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah mengalami berbagai peningkatan.

Peningkatan terjadi dari sisi pelaku IKNB Syariah. Dibandingkan pada tahun 2010, pelaku INKB Syariah yang berjumlah 58 lembaga, pada tahun 2016 ini telah mencapai 127 pelaku.

"Saat ini ada 127 lembaga (IKNB) yang kami awasi. Ini meningkat dalam 5 tahun terakhir 2 kali lipat," ungkap Direktur Industi Keuangan Non Bank Syariah OJK Moch Muchlasin, di Hotel Aston, Bogor, Sabtu (12/11/2016).

Sedangkan untuk aset, dalam 6 tahun terakhir, aset INKB Syariah meningkat 7 kali lipat, dari Rp 10 triliun di tahun 2010, menjadi Rp 85,09 triliun di akhir September 2016. Peningkatan terbesar adalah dari asuransi syariah dan pembiayaan syariah.

Di sektor asuransi, pertumbuhan ini juga menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat untuk berasuransi. Hal inilah yang juga mendorong mulai berkembangnya industri asuransi syariah di Indonesia.

"Kalau asetnya hampir mendekati 5%, yaitu Rp 85,09 triliun. Pertumbuhan terbesar dalam pembiayaan dan asuransi syariah masing-masing Rp 32 triliun. Asetnya dalam 6 tahun meningkat 7 hingga 8 kali lipat," paparnya.

Kendati pelaku dan aset IKNB Syariah mengalami peningkatan, namun Muchlasin mengatakan, jika market share INKB Syariah masih terbilang rendah.

"Tapi market share IKNB syariah hanya 4,54%. Kenapa demikian, karena market share untuk asuransi hanya mencapai 3,51%, sedangkan lembaga pembiayaan sudah 6,93%, lembaga jasa keuangan khusus 9,09%, dan lembaga keuangan mikro sebesar 23,09%," paparnya.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com