Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengungkapkan, saat ini masyarakat tengah mengalami perubahan besar dalam pola hidup melalui penetrasi internet. Dari sana, masyarakat yang dapat terhubung dengan mudah satu sama lain, termasuk mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan bertransaksi.
"Dari situ, lahir lah financial teknologi. Berbekal ide kreatif dan koordinasi, teknologi fintech memberikan layanan baru kepada konsumen. Pertumbuhan fintech yang begitu mengesankan di beberapa tahun terakhir berdekatan dengan era generasi milenium sehingga menjadi pasar potensial," tutur Agus di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Senin (14/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggunaan terbanyak atau 56% adalah berupa kategori satu, atau sistem pembayaran," jelas Agus.
Sementara itu, Kepala Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Departemen BI Eni V Panggabean juga mengatakan hal yang sama. Kondisi bisnis fintech di Indonesia tengah mengalami perkembangan pesat.
Dari data statistik, Eni mengatakan, transaksi fintech di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 0,6% dari nilai total transaksi global.
"Kita melihat transaksi fintech di Indonesia berkembang pesat, di 2016, data statistik mencatat US$ 14 miliar atau 0,6% dari total transaksi mitra global US$ 2356 miliar, angka ini diproyeksi makin besar ke depannya," kata dia. (drk/drk)











































