Agar Rupiah Tak Terus Tertekan, Pengusaha: Kita Harus Kurangi Impor

Agar Rupiah Tak Terus Tertekan, Pengusaha: Kita Harus Kurangi Impor

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2016 14:43 WIB
Agar Rupiah Tak Terus Tertekan, Pengusaha: Kita Harus Kurangi Impor
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat mengalami pelemahan ke level bawah Rp 13.000. Pelemahan nilai tukar rupiah juga tidak terlepas dari sentimen negatif pasar pasca menangnya Donald Trump dalam pemilu AS.

Untuk meminimalisir risiko pelemahan rupiah terhadap dolar AS, ketergantungan Indonesia terhadap barang impor harus dikurangi. Karena dengan mengimpor barang, artinya dolar AS keluar dari Indonesia dan membuat likuiditas di dalam negeri menjadi lebih sedikit. Ini yang membuat rupiah melemah.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani menilai barang-barang yang biasanya diimpor kemudian dipenuhi dari industri di dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Arahnya harus ke substitusi impor, itu langkah yang baik kita kerjakan. Kalau lawan global susah ya, Ya sudah kita kurangi impor semaksimal mungkin," jelas Hariyadi di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2016).

Impor yang utamanya harus ditekan adalah pangan. Karena sesungguhnya produksi pangan masih bisa digenjot untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

"Semua yg berkaitan dengan impor itu harus kita lakukan sendiri. Saya rasa prioritas adalah pangan," tutur Hariyadi.

Dirinya juga melihat bahwa terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah tidak akan berlangsung lama, bahkan hari ini nilai tukar rupiah mulai merangkak naik. Ditambah lagi, fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kategori baik.

"Kita terus terang tidak terlalu antisipatif karena kita berkeyakinan ini sifatnya sementara, bukan fundamental kita," ujar Hariyadi. (mkl/mkl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads