Gubernur BI: Tekanan Rupiah Sifatnya Sementara

Gubernur BI: Tekanan Rupiah Sifatnya Sementara

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2016 17:19 WIB
Gubernur BI: Tekanan Rupiah Sifatnya Sementara
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Nilai tukar rupiah ikut menerima tekanan dari gejolak pasar keuangan global yang terjadi pasca Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Kondisi pelemahan diyakini hanya bersifat sementara.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur BI Agus Martowardojo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Rupiah dalam beberapa hari terakhir memang terlihat melemah cukup dalam. Dolar AS terkuat mencapai level tertinggi Rp 13.485.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tekanan yang terjadi sekarang itu sifatnya sementara," terang Agus.

Alasannya adalah fundamental ekonomi Indonesia cukup baik. Diukur dari pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5%, kemudian inflasi yang bisa dijaga pada kisaran 3% dan defisit transaksi berjalan yang terkendali di sekitar 2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kami katakan bahwa secara umum kita dengan kondisi ekonomi domestik stabil dan sehat. Itu seharusnya kalau ada depresiasi itu adalah lebih karena sentimen negatif dari global," paparnya.

BI tetap akan berada di pasar untuk memantau pergerakan nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya.

"BI akan selalu berada di pasar untuk menjaga nilai tukar," tandasnya. (mkl/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads