Bank Indonesia (BI) memainkan peran intervensi terhadap nilai tukar dalam kurun waktu tersebut. Untuk itu, dolar yang tadinya di level Rp 13.485 bergerak menuju level Rp 13.200.
"Kita lihat waktu itu rupiah dibuka Rp 13.400an/US$, kemudian saat penutupan bisa pada kisaran Rp 13.200/US$," ungkap Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (17/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah kami hadir di pasar menjaga rupiah agar tidak keluar dari nilai fundamental," ujarnya.
Dalam 1-2 hari terakhir, rupiah sudah kembali bergerak normal. Meskipun BI tetap memantau dan siap untuk mengintervensi kembali sesuai mekanisme pasar yang berlaku.
"Senin mereda, Selasa mereda, sehingga BI juga sudah tidak diperlukan kalau hadir cuma dalam jumlah yang terbatas, sehingga sampai hari ini rupiah pada level yang jauh lebih baik," papar Mirza.
(mkl/drk)











































