"Bank Mega donasinya sudah terkumpul Rp 71,2 miliar. Ini yang kita gunakan untuk membantu sekolah. Pada saat ini kita berikan 34 sekolah," kata Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Minggu (20/11/2016).
Pemberian bantuan tersebut digelar dalam acara ulang tahun ke-11 CT ARSA Foundation. Dari 34 sekolah, ada 7 pengurus dari sekolah. Di antara sekolah yang akan menerima bantuan tersebut misalnya sekolah yang terkena banjir bandang di Garut pada September lalu, SMP PGRI Garut dan SMA PGRI Garut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Rp 71 miliar itu ada beberapa kloter selanjutnya nanti sekitar 20-30 lagi. Ini bertambah terus. Misal sekolah yang diberikan bantuan yang kemarin terkena gempa. Dana nasabah kan uangnya ada terus setiap bulan itu nambah terus," ujar Kostaman.
Dana bantuan tersebut berasal dari donasi yang terhimpun dari Tabungan Mega Berbagi. Produk Tabungan Mega Berbagi ini untuk mengajak nasabah Indonesia menabung sekaligus beramal untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa Indonesia melalui pembangunan sarana dan prasarana sekolah dan pelatihan guru serta peserta didik.
"Melalui Tabungan Mega Berbagi, para nasabah telah menyisihkan minimal 1% dari suku bunga yang diterima, dan Bank Mega memberikan 1% tambahan lagi. Dengan demikian, demikian melalui Tabungan Mega Berbagi, para nasabah serta Bank Mega secara bersama-sama telah beramal untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa," kata Kostaman.
Dalam hal pelatihan pendidikan guru dan peserta didik, Bank Mega bekerja sama dengan CT ARSA Foundation yang telah memiliki program 1.000 guru.
"Nanti pelatihan juga untuk semua sekolah itu bukan hanya bantu bentuk fisiknya tapi juga mutunya, agar gurunya lebih bagus," kata Kostaman.
Pada tahun 2017, dirinya masih akan berfokus pada program pendidikan. Hal itu karena pendidikan merupakan sektor yang terpenting.
"Kita lebih arahkan ke pendidikan dan kita bekerja sama dengan CT ARSA untuk pendidikan guru dan murid. Yang ini akan kita terus lanjutkan kita tetap ke pendidikan kenapa karena kita merasa pendidikan ini salah satu unsur yang terpenting untuk kemajuan bangsa dan negara kita," imbuhnya. (drk/drk)











































