Pembayaran tersebut merupakan bentuk pertanggungan, atas kebocoran pipa transmisi South Sumatera West Java (SSWJ) milik PGN sebesar US$ 46,2 juta, dan untuk klaim untuk kompresor sebesar US$ 1,175.
"Pada hari ini kami sebagai simbolis sebagai penanggung akan menyelesaikan finalisasi sebesar US$ 47,38 juta, yang terdiri dari klaim kebocoran pipa SSWJ US$ 46,2 juta dan kompresor US$ 1,175 juta," kata Direktur Teknik dan Luar Negeri Asuransi Jasindo, Syarifudin, di Manhattan Square, Jakarta, Senin, (11/11/2016)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insiden kebocoran pipa yang terjadi pada 21 Mei 2013 alhamdulillah telah suskes ditanggulangi yang diselesaikan November 2015, untuk itu kami apresiasi kepada Jasindo selaku asuransi atas kelancaran klaim pembayaran pipa SSWJ sekaligus menyelesaikan klaim kompresor dengan nilai US$ 47 juta," kata pria yang akrab disapa Nusky.
Ia menyebut, jaringan SSWJ merupakan aset terpenting karena menyalurkan gas dari Sumatera Selatan hingga Jawa Barat dan DKI Jakarta. Ia berharap ke depannya antara PGN dan Jasindo dapat bekerjasama lebih baik lagi.
"Jaringan pipa SSWJ merupakan suatu aset terpenting PGN yang mengalirkan sumber gas bumi dari Sumsel ke Jawa. Jaringan itu merupakan aset nasional yang sangaat penting karena untuk mencukupi kebutuhan di DKI Jakarta serta Jabar dan juga menjadi sumber kebutuhan energi terpercaya bagi kebutuhan rumah tangga atau industri," kata Nusky.
"Kami berharap agar tidak ada masalah yang berarti ke depan dan smoga kerjasama PGN dan Jasindo dapat ditingkatkan lagi," imbuhnya. (wdl/wdl)











































